Cara Menghitung Bunga Tabungan Berdasarkan Saldo Rata-Rata

Menabung adalah upaya mengelola uang sisa agar tidak ikut habis untuk pengeluaran yang sebenarnya tidak begitu diperlukan. Disebut uang sisa karena memang uang tersebut adalah uang yang tidak dipakai setelah semua barang kebutuhan dibeli. Menabung sebaiknya di bank, karena bisa menawarkan berbagai keuntungan. Anda pun juga bisa menariknya sewaktu-waktu saat diperlukan. Salah satu keuntungan mendasar yang dicari orang ketika menabung di bank adalah suku bunga. Semakin besar uang yang Anda tabung maka akan semakin besar bunga yang Anda dapatkan setiap bulannya.

Bunga tabungan merupakan daya tarik bagi para nasabah ketika menabung. Namun, tidak semua nasabah tahu secara pasti mengenai penghitungan bunga tabungannya. Setiap bank memberlakukan kebijakan yang berbeda mengenai perhitungan suku bunga untuk tabungan nasabahnya.  Salah satu metode penghitungan bunga bank adalah didasarkan pada saldo rata-rata.

Penghitungan bunga tabungan yang satu ini didasarkan pada jumlah rata-rata saldo setiap harinya pada bulan tersebut. Ada orang yang menabung secara bulanan ada yang tidak tentu 5 atau 4 hari sekali. Nah, jumlah yang tidak tentu ini kemudian akan dihitung rata-ratanya dan dijadikan sebagai landasan dalam perhitungan bunga tabungan. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa melihat pada contoh di bawah ini.

Misalkan Pak Ali menabung di bank yang memberikan bunga sebesar 5 persen per tahun. Di awal bulan, beliau melakukan setoran awal sebesar Rp5.000.000,- (tanggal 1). 9 hari setelahnya beliau lalu melakukan penarikan sebesar RP2.000.000,- (tanggal 10). Ternyata Pak Ali mendapat uang sisa lagi dari anaknya dan memasukkannya dalam saldonya sebesar Rp10.000.000,- (tanggal 15). Setelah itu, Pak Ali tidak melakukan transaksi lagi hingga tanggal 25. Di tanggal tersebut Pak Ali memasukkan saldo lagi sebesar Rp3.000.000,-. Maka perhitungan bunga yang akan didapatkan Pak Ali menjadi sebagai berikut (dengan asumsi di bulan tersebut terdapat 30 hari):

Nominal Saldo Selama Satu Bulan Berdasarkan Transaksi yang Dilakukan

Tanggal 1 – tanggal 9, karena selama tanggal 1 hingga tanggal 9 tidak melakukan transaksi apa-apa, maka jumlah saldonya tetap selama 10 hari tersebut

Rp.5000.000,- x 10 = Rp45.000.000

Tanggal 10 – tanggal 14, saldo di 4 hari ini sama dan nilai nominalnya sebesar Rp3.000.000,- perhitungan ini berdasarkan jumlah saldo awal dikurangi penarikan.

Rp3.000.000,- x 4 = Rp12.000.000,-

Tanggal 15 – tanggal 24, karena Anda memasukkan saldo sebesar 10.000.000, maka jumlah saldo sebelumnya ditambah dengan ini menjadi Rp13.000.000,-

Rp13.000.000 x 10 = Rp130.000.000,-

Tanggal  25 tanggal 30, jumlah saldo terakhir ditambah dengan jumlah pemasukan pada tanggal 25 sehingga jumlahnya menjadi Rp16.000.000,-

Rp16.000.000 x 6 = Rp96.000.000,-

Langkah selanjutnya

Setelah mengetahui nominal saldo selama satu bulan, kini saatnya kita menghitung jumlah secara keseluruhan sehingga detilnya seperti di bawah ini:

Rp45.000.000,- + Rp12.000.000,- + Rp130.000.000,- + Rp96.000.000,- = Rp283.000.000,-

Nah, jumlah keseluruhan ini kemudian dibagi ke dalam jumlah hari dalam bulan berjalan. Dalam kasus ini jumlah harinya adalah 30 maka perhitungannya menjadi :

Rp283.000.000,- : 30 = Rp9.433.333,-

Bunga yang didapatkan:

(Rp9.433.333,- x 5% x 30) / 365 =  Rp38.767,-

Bunga setelah dipotong pajak (misalkan jika pajak sebesar 20 persen)

Rp38.767 – (Rp38.767,- x 20%) = Rp31.014

Jadi, besarnya bunga yang Anda dapatkan murni sebesar Rp31.014,-

Mungkin Anda selama ini bingung mengenai perhitungan dari mana jumlah nominal bunga yang Anda dapatkan setiap bulannya. Ternyata cara menghitungnya cukup rumit karena tak cukup sekadar mengalikan persentase bunga tahunan dengan jumlah saldo akhir tabungan Anda. Dengan mengetahui metode penghitungan bunga tabungan di atas, kini Anda dapat mengetahui secara pasti dari mana berapa besaran bunga yang Anda dapatkan. Memahami pengertian bunga tabungan saja tidak cukup, tapi Anda juga harus tahu penghitungannya seperti cara di atas.

Cara di atas dapat Anda aplikasikan jika bank tempat Anda menabung memakai sistem penghitungan berdasarkan saldo rata-rata, karena ada bank yang menggunakan metode lain yakni berdasarkan saldo awal dan juga saldo harian. Untuk memastikan hal ini, sebaiknya tanyakan pada bagian customer service atau teller yang bertugas.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

*